SARANA365 MERUPAKAN SITUS JUDI EURO | MENERIMA DEPOSIT VIA PULSA, OVO, DOKU, DANA, PAYPRO, GOPAY | WWW.LIGASARANA365.NET | WA : +6281269419478

Kamis, 11 Mei 2017

LAGA TANDANG KE PADANG MENJADI UJIAN BERAT PERSIB

LAGA TANDANG KE PADANG MENJADI UJIAN BERAT PERSIB

Beritasarana365.com - Setelah meraup tiga kemenangan beruntun, cobaan berat akan datang bagi Persib Bandung saat menyambangi Stadion H Agus Salim untuk menantang tuan rumah Semen Padang, Sabtu 13 Mei 2017. Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mengakui, dibandingkan dengan ke markas PS TNI dan Persegres Gresik, laga tandang ini akan lebih berat.

"Ini pertandingan tandang yang sangat berat. Tapi tentunya kami akan berjuang sekuat mung­kin untuk minimal mendapatkan poin di Padang nanti," ujar Djanur.

Pada dua kunjungan terakhir ke Padang, Persib selalu pulang membawa kekalahan. Persib kalah 1-3 pada LSI musim 2014. Kemudian pada Indonesia Soccer Championship 2016 lalu, lebih parah lagi, Persib dihajar 0-4 yang sekaligus menjadi rekor kekalahan bermargin terbesar Persib era Djanur. 

Namun, Djanur enggan menjadikan statistik sebagai acuan, termasuk dengan modal kemenangan atas Semen Padang pada pertemuan terakhir di ajang Piala Presiden 2017. "Saya selalu mengesampingkan statistik pertemuan. Setiap pertandingan akan berbeda," tutur Djanur. 

Pada laga nanti, Djanur bisa bernapas lega karena bisa kembali memainkan dua pemain mu­da andalan Persib, Gian Zola dan Febri Hariyadi. Dia juga merasa gembira dengan perkembangan Michael Essien yang terus membaik. 

Menurut dia, dibandingkan dengan Carlton Cole, Essien terus menunjukkan perkembangan positif dan memberikan kontribusi dalam permainan tim. Essien diplot sebagai gelandang serang dalam permainan Persib. Djanur menyatakan, Essien mulai bisa beradaptasi pada peran barunya itu.

"Essien cukup memuaskan karena dia punya kelebihan dalam visi bermain. Operannya juga luar biasa, sudah terbukti pada beberapa pertandingan. Namun memang secara fisik, kita jangan sampai mengharapkan Essien yang dulu seperti di Chelsea," ujar pelatih kelahiran Sumedang itu.

Menurut Djanur, mantan bintang tim nasional Ghana itu tidak mungkin lagi kembali ke penampilan terbaiknya seperti di Chelsea dulu. Masa puncak performa Essien sudah lewat. Djanur hanya berharap pada visi dan akurasi operan Essien setiap kali pemain 34 tahun itu diberi kesempatan bertanding.

"Kami tidak bisa berharap banyak pada mobilitasnya atau untuk main prima selama 90 menit. Bagaimanapun, fisik Essien sudah berubah, lebih besar dan tentu memengaruhi pergerakan. Lagi pula main di sepak bola Indonesia yang masih mengandalkan fisik dan daya jelajah pastinya tidak mudah. Jadi, yang lebih diharapkan dari Essien adalah visi dan dan akurasi umpan-umpannya," ujarnya.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar